Top ↑ | Archive | Ask me anything

jharashi:

Because an unattractive look of Arashi is invalid. But Sho’s face made me laugh :p

(via arashi-no-jinsei)

derita mahasiswa komuter

fuckyeahmahasiswa:

mahasiswa komuter itu

kalo ngekos=kedeketan

kalo ga ngekos= kejauhan

dari fafatonk3kusruk

jdramaconfessions:

Obviously not a confession but still! <3 Like the confessor said: THANK YOU ALL SUBBERS!

What my teacher said, there&#8217;s no such thing as a British accent. But still I love English men talking in their own accent. :D

What my teacher said, there’s no such thing as a British accent. But still I love English men talking in their own accent. :D

(via keanureeved)

Futsal

Sudah tiga tahun belakangan ini, gw selalu menjadi pemain cabutan kontingen Geografi cabang futsal putri.

Berawal dari penglihatan temen klo gw itu petakilan dan gk bisa diem ini maka gw diajak untuk main putsal di MIPA Cup 2010 (klo gk salah tahunnya). Cukup berlatih sekali atau dua kali, maka diputuskan klo gw cocok sebagai penyerang atau striker cadangan (walaupun di futsal sendiri sebenernya gk ada pembagian peran yang signifikan kyk sepak bola), karena waktu itu masih ada senior gw yang jago dan temen seangkatan gw si Wulan yg juga jago banget.

Di ajang MIPA Cup awal gw tak banyak kenangan yang baik karena yah gw gemetaran karena baru pertama kali beneran tanding futsal dan jadinya gw cuma lari kesana-kemari memburu bola tanpa memberikan peran yang berarti.

Tahun kedua di MIPA Cup, akhirnya futsal putri geo memilki kostum tersendiri, terima kasih kepada teman saya, Della (namanya seperti perempuan tapi sebenarnya dia anak laki-laki), yang berinisiatif untuk membuat kostum futsal di angkatan 2009 dibantu oleh Denis dalam mendesainnya. Yang akhirnya kostum futsal 2009, seperti menjadi kostum official dari Kontingen Geografi beberapa tahun terakhir ini.

Di tahun kedua MIPA Cup ini, gw lebih berperan aktif dalam tim, sering ikut latihan dan bantu-bantu sang Kapten, Wulan dalam memanageri tim. Alhamdulillah menghasilkan Emas untuk Geografi dari Kontingen Futsal Putri ini. Walaupun waktu itu lawannya Fisika, yang bisa dibilang musuh bebuyutan Geografi, bak Barcelona dan Real Madrid.

Setelah itu ajang perfutsalan gw melanjut ke Geografi CUP. Nah klo disini gw membela angkatan 2009. Alhamdulillah juga dapet emas, setelah melawan 2010 di Final.

Di tahun ketiga gw, kembali gw membela kontingen futsal putri Geo. Nah kali ini Geografi dapat regu B dalam kualifikasi. Berarti seregu dengan Matematika dan Kimia (tahun lalu juga begini, apakah ada konspirasi?). Melawan Matematika cukup sulit namun masih bisa ditaklukan dan melawan Kimia bisa dibilang masih bisa kami taklukan. Dan akhirnya kami pun masuk Final dan melawan FISIKA kembali (layaknya El Classico). Namun sayang seribu sayang, kali ini kami kalah telak melawan kontingen FISIKA, diakibatkan adanya mahasiswa 2011 Fisika yang jagonya kelebihan (anak cowok juga kalah kali sama ini anak).

Well, walaupun kalah tapi gk masalah. Main futsal itu bukan masalah menang atau kalah, tapi pride setelah berjuang keras sekuat tenaga. Banyak hal selama ini yang gw dapet dari main futsal. Pertanyaan gw sekarang, apakah setelah ini dan setelah lulus kuliah gw masih bisa main futsal? Gw harap sih masih bisa. :D

Here’s my teammates after the Final of MIPACup 2012 with our silver trophy.

My favorite superhero in The Avengers, Iron Man a.k.a Tony Stark.

(via kellenmeloni)

[Flash 9 is required to listen to audio.]

First time I listen to this song is quite amazed because how can an ARASHI have a song that have the same vibe like Shakatak and Earth, Wind, and Fire. It’s a really nice song and I could get the jazz-funk sound in this song. Well, the song is a proof that ARASHI is the coolest and grooviest Japanese Boy-band. :D

"Saya lebih suka menggunakan kata perempuan dibandingkan wanita, karena perempuan itu bermakna orang yang di’empu’kan. Zaman dahulu kala orang hebat seperti ahli keris selalu dipanggil dengan kata empu bukan?"

- Drs. Cholifah Bahaudin, MA (Dosen Geografi UI)

overonehundred:

Toby Ng - The World of 100

Have you ever asked yourself, what would the World look like as a small community of 100 people? Probably not. However, it is something to think about, as the reality would be startling - as much as you’d think so, the village would only have 7 computers, and only 1 person in the World Village would be educated at University level.

These facts are something that designer Toby Ng has thought about very carefully, and turned the results of his findings into a series of twenty infographics depicting ‘The World of 100’. Although aesthetically beautiful, with sharp lines and bold, vibrant colours, these infographics are often horrifying. 

The posters look as though they have come straight out of a children’s book; is this to mirror the naivety of those that are most likely to be looking at them on their computers?

“Look, this is the World we are living in.”

- Toby Ng

(via acabaca)